Pemeliharaan Lingkungan:
Kajian Perbandingan Antara Ensiklik Laudato Si dan Teologi Lingkungan Muhammadiyah
DOI:
https://doi.org/10.59029/int.v2i2.16Keywords:
Religious perspective, Human responsibility, Laudato Si, Muhammadiyah's Environmental Theology, Environmental sustainabilityAbstract
Tulisan ini bertujuan untuk mendalami perspektif agama Katolik, terwujud dalam Ensiklik Laudato Si karya Paus Fransiskus, dan perspektif agama Islam, seperti yang tergambar dalam Teologi Lingkungan Muhammadiyah. Fokus utama adalah memahami tanggung jawab manusia sebagai penjaga dan pelestari bumi, serta mengidentifikasi langkah-langkah aplikatif dalam rangka meresponsnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian integritas terbuka dan metode kualitatif. Melalui analisis dokumen Ensiklik Laudato Si dan studi literatur terkait Teologi Lingkungan Muhammadiyah, penelitian ini mencari pemahaman mendalam terhadap gagasan-gagasan esensial dari kedua perspektif agama. Pendekatan kualitatif digunakan untuk merinci langkah-langkah aplikatif dan mencari sintesis gagasan yang dapat diterapkan dalam konteks tanggung jawab lingkungan. Analisis terhadap Laudato Si mengungkapkan pemahaman Katolik tentang tanggung jawab manusia sebagai penjaga bumi, sementara Teologi Lingkungan Muhammadiyah menyoroti perspektif Islam terhadap kebersatuan manusia dengan Allah melalui alam ciptaanNya. Hasil penelitian ini menciptakan pemahaman holistik tentang pandangan agama terhadap keberlanjutan lingkungan dan menemukan titik-titik konvergensi dan divergensi antara keduanya. Pembahasan melibatkan refleksi mendalam tentang implikasi teologis dari kedua perspektif agama terhadap praktik perlindungan lingkungan. Artikel ini juga mengeksplorasi cara mengintegrasikan dan menerapkan gagasan-gagasan ini dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ditekankan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menjaga dan memelihara bumi sebagai bagian dari warisan spiritual dan moral umat manusia.
References
Adinuhgra, S. (2016). Eksploitasi lingkungan hidup dalam perspektif sollicitudo rei socialis (Sebuah bentuk keprihatinan gereja). SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik, 3(1), 83–106.
Annur, C. M. (2023). Ada 749 Kejadian Bencana Alam di Indonesia hingga Akhir Maret 2023, Banjir Terbanyak. Databoks. Katadata. Co. Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/04/03/ada-749-kejadian-bencana-alam-di-indonesia-hingga-akhir-maret-2023-banjir-terbanyak
Anton Bakker, A. C. Z. (1994). Metodologi Penelitian Filsafat.
Arianto, A., Firmanto, A. D., & Aluwesia, N. W. (2021). Tindakan Ekologis Gereja Katolik Di Indonesia dari Perspektif Moral Lingkungan Hidup William Chang. Forum, 50(2), 113–130.
Borrong, R. P., & Baru, E. B. (2019). Kronik Ekoteologi: Berteologi Dalam Konteks Krisis Lingkungan. Stulos, 17(2), 185–212.
Fransiskus, P. (2016). Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’. In Seri-Dokumen-Gerejawi-No-98-LAUDATO-SI-1.
Gunawan, A. (2018). Teologi Surat al-Maun dan Praksis Sosial Dalam Kehidupan Warga Muhammadiyah. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 5(2), 161–178. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v5i2.9414
Hadianto, J. (2020). Mewartakan Kabar Gembira di Tengah Krisis Lingkungan Hidup: Bumi, Rumah Kita Bersama.
IQAir. (2023a). Kualitas udara di Jakarta. IQAir. https://www.iqair.com/id/indonesia/jakarta
IQAir. (2023b). Rangking kota besar paling berpolusi langsung. IQAir. https://www.iqair.com/id/world-air-quality-ranking
Juwita, D. R. (2017). Fiqh Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Islam. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 5(1), 27–42.
Mawardi, M., & Sambodo, D. (2011). Teologi Lingkungan: Etika Pengelolaan Lngkungan dalam Perspektif Islam.
Muhaimin, M. (2020). Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Islam. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam, 11(1), 64–78.
R.P. Piet Go, O. C. (2014). Seri Dokumen Gerejawi No. 91: LINGKUNGAN HIDUP (B. H. T. Prasasti (ed.)). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Rosyad, R., Rahman, M. T., Setia, P., Haq, M. Z., & Pr, R. F. B. V. (2022). Toleransi dan Perdamaian di Masyarakat Multikultural. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Dionisius Jeremia Setiadi, Gabriel Marcelinus Natanael, Mochamad Ziaul Haq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
You are free to:
Share - copy, and redistribute the material in any medium or format.
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially. The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
This license is acceptable for Free Cultural Works - https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/















